Tanpa terasa langit sudah terselimuti malam
Gerombolan bintang pun berjejer rapat, tak rapih, namun rasa sakit mampu dibuatnya tenggelam
Beberapa bulan lalu pernah kita berdua menyaksikan ini bersama didekat pancaran lampu jalan
Kini saat lihat bintang, seakan-akan mrk sudah renggang,tak rapat sprti beberapa bulan lalu
Namun mrk lebih gemerlap, seperti memberi harapan tuk
dapatkan 'empuan lain yg bisa direngkuh
Kemaslah semuanya yang menyakitkan
Aku sudah tak hiraukan kau yg dulu
Karna kau sudah ku bawa ke pelabuhan
Pelabuhan perpisahan...
Dunia terus berputar
Jangan hiraukan yg menghambatmu
Jika kau ragu, ingatlah tatapan Ayah mu
Sungguh sesak jika melihat mata si Ayah, dalam isak
bagai berkata "maaf, Nak. Mungkin Ayah & Mama belum
bisa memberikan hidup yg baik untukmu"
Tak banyak yg Ia ingin, hanya mau kehidupan keluargamu kelak lebih baik dr keluarga mu yg sekarang
Sebelum aku berpikir jauh utk bekal keluarga ku kelak, baiknya ku sehatkan & bahagiakan kedua orang tua & sedara-sedara ku.
Pernah kamu lihat spirit perjuangan seorang Ayah yg rela keringatnya menetes ke aspal penuh debu?
Atau keringat Mama yg begitu kuat mengatur siklus kehidupan didalam rumah?
Rimbun daun yang tertiup angin pun mengerti
Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnuuprasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar