Kita berada di ruang gelap
Cukup sesak dan membuat pengap
Rasanya butir keringat ini ingin di elap...oleh kamu
Kita selalu berada disini
Aku telentang, kamu...entahlah
Aku selalu memandang langit-langit ruangan ini. Saat kau terasa semakin dekat, ohh bagai mencekik rasanya
Gundah yang selalu ku rasa
Gulana harap pembalasan atas semua
Gelisah dengan ketidak-pastian tentang kita
Apa kau masih tetap ingin membuat ku tertidur termenung memikirkan mu didalam otak yang se-akan akan kau terasa sangat dekat?
Cahaya purnama, hawa dingin, dan gulitanya langit tengah malam adalah jelmaan atas dirimu
Gulita langit malam, menggambarkan gelapnya dan tertutupnya dirimu akhir-akhir ini. Bahkan sampai tak ada kabar lagi
Hawa dingin, mewakili sikap mu yang makin hari makin dingin sampai tak ada penghangat yang bisa membalutmu. Aku hanya takut kamu hipotermia
Cahaya purnama, bagai sesuatu yang nyata,benar-benar nyata namun tak bisa ku genggam ku raba dan ku rasa. Kamu semu !
"Muhammad Ibnu Prasetyo"
@ibnuuprasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar