Kita hidup diantara para kelinci berhati busuk yang selalu siap menerkam ditengah kelengahan. Siapa pun yang menganggap dirinya mampu beropini dengan cerdas maka ia akan tahu apa itu Kelinci Berhati Busuk dan Ia siap untuk melawannya.
Kita terbangun dibawah langit senja yang memerah, yang penuh dengan rasa bersalah.
Matanya merah pekat bagai iblis yang mau melepaskan rasa dendam biadab nya
Terlihat bagai kan lukisan amarah, dan bagai hati yang berdarah. Kelinci Busuk itu memang selalu menghantui tiap langkah.
Jangan anggap dia lemah tapi anggap lah dia sebuah bayangan gelap yang penuh rasa benci, benci, dan benci
"Ibnu prasetyo"
@ibnuuprasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar