kian banyak penulis puisi, kian berhambur buku puisi dimana-mana, sayang sekali kian swdikit manusia yang punya cita rasa puitik. walau puisiku sprt bunyi gitaris amatir,aku ttp mencoba menulis di saat yang sepi dan sunyi.
Pagi hari memulainya dengan udara yang dingin
Hujan turun disaat hatiku tidak mempedulikannya
Disaat mereka reda dan mentari pun mulai muncul dengan cara yang manis
Dan sampai akhirnya aku mulai sadar kalau ia memperhatikan ku
Aku sadar mentari itu memperhatikan ku bukan tanpa arti
Maksutnya amat sangat jelas
Ia selalu melihat ku disaat aku selalu bercanda dan tertawa
Akhirnya aku pun bisa mengetahui pesan yang disampaikannya
Mentari hanya ingin dianggap dan dihargai sinarannya di siang hari bukan dengan cara bermalas-malasan
Waktu malam tiba, mentari bergantian dengan bulan untuk berganti tugas
Mentari pun menghilang dan tampak seperti orang yang mati dengan tenang
"Ibnuprasetyo"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar