Cerpen nu - Rindu Tempat Asal

     Cerpen nu - Rindu Tempat Asal 

    Aku terbangun pagi itu dengan mata yang masih terasa berat untuk dibuka, tak rela rasanya membuka mata di pagi yang dingin begini. Saat Aku membuka mata, pikirku agak kaget saat itu "Lah, Gua ada dimana yak?" ucapku dalam hati, dengan kondisi pikiran yang sepertinya masih setengah sadar melihat langit-langit atas tempat aku terlentang.

    Terbangun dari kasur, Aku menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan buang air kecil. Agak segar setelah terkena basuh, aku mulai yakin kalu aku ada ditempat lain yang tidak biasa "Oh, iya. Kan gua udah gak tinggal di daerah Cukal lagi" ucapku. Cukal adalah nama daerah tempat aku tinggal dulu, sebenarnya aku bukan orang asli Cukal sih, hanya saja tumbuh dan besar disana, di sisi timur suatu kota, tempat yang sejuk dan sebenarnya juga biasa saja sih.

    Ku genggam Hp sambil langkahku berjalan ke lantai dua rumah yang kutinggali kini, rumah yang lumayan besar dengan 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan ada balkon seperti teras diatasnya. Melewati anak tangga, aku menuju balkon, seperti biasa melihat sisi timur negri ini yang masih cukup hijau sambil sesekali terlihat tiang listrik beserta kabel kusutnya, "Kapan sih semua kabel ini lewat jalur bawah tanah" menggerutu mulutku pagi itu. 

    Duduk diatas jengkok, aku lanjut membuka Instagram dari Hp, scroll sana-sini lalu aku lihat si Ahmad membuat instastory "Wah lagi di kanasta tuh" gumamku, seraya mengetik pada kolom reply di instastory si Ahmad "Mad, kaga ngajak2 Lu, nyusul nih Gua". Tersadar, aku hapus ketikkan itu, lalu masuk ke kamar dan kembali rebahan. "Heeaaaahh" Menghela nafas panjang aku kala itu, mengingat situasi pagi biasanya kala masih di Cukal, aku sangat rindu dengan rutinitas dan lingkunganku di Cukal. Semoga dapat kembali tinggal disana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Media

Follow us on Twitter
@ibnuuprasetyo

Follow us on Instagram
@ibnupra