Pada sebelumnya aku takjub dengan panorama yang indah
Akhir-akhir ini aku berpaling pada senyum mu yang selalu ku nanti
Sore itu di depan Stasiun, aku duduk sendiri
Menatap ramai dan sibuknya manusia saat malam akan hadir
Aku saat itu mulai akrab dengan suasana Stasiun, sampai-sampai hafal dengan segala alur kejadian yang nanti nya akan tiba
Yap.. tertebak, kamu hadir menembus keramaian manusia yang punya tujuan masing-masing
Senyum mu aku dapat
Penat seakan tak mampu melunturkan lukisan senyum di wajah mu, wahai Puan ku
Dengan mode bersiap, aku menyetel kesigapan tubuh ku untuk menyambut suara, langkah, sentuhan, dan segalanya tentang mu
Kami berlalu
Motor merk Jepang yang statusnya masih milik Ayah ku, membawa kami ke arah yang kami tuju
Hembusan angin menyampaikan bahagia ku ke diri mu kala itu
Obrolan demi obrolan kita ucapkan dengan penuh khidmat
Tak hiraukan aktifitas manusia lain di sekitar, kami terus melaju seraya obrolan ringan yang makin menjadi
Aku sematkan perasaan ku pada tulisan ini, karena kau tahu sendiri kan? kalau Capricorn tak pandai menyampaikan perasaan nya
Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnupra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar