Keberapa Kali

Untuk yang sekian kali merasakan hal yang sama
Sama seperti ini
Bagai tidur yang tak kunjung lelap

Mengapa jujur tidak pernah diletakkan di paling awal ?
Padahal itu adalah tameng paling baik untuk menahan rasa dan khayal ku untuk 'menyerang' mu
Aku tahu, tenang saja aku punya firasat
Kau tidak ingin aku serang, kan ?
Aku pun juga tidak akan mau jika menyerang sendirian
Teringat kata Gie, "lebih baik di asingkan daripada menyerah pada kemunafikan"
Kira-kira seperti itu

Sebentar.. aku tahu alurnya
Setelah ini kita tidak akan saling mengabari
Pelan-pelan kita di telan waktu yang akhir-akhir ini Ia menjadi antagonis

-
Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnupra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Media

Follow us on Twitter
@ibnuuprasetyo

Follow us on Instagram
@ibnupra