Semangat Kartini (Prolog Gelar Karya)

Kala itu kami berdiskusi tentang kegiatan apa yang akan kita lakukan. Salah seorang dari kami berkata dengan nada datar dan tatapan nanar, “foto acara Kartini-an aja”.
Ide bagus menurut  yang lain, tinggal mencari lokasi untuk hunting foto

Kartini adalah sosok historis penggagas emansipasi wanita di era kolonial Belanda
Sebenarnya Kartini tidak cuma membuat sekolah untuk perempuan, surat-suratnya lumayan radikal dan lebih dari sekedar membangun sekolah
Menurut beberapa artikel, Ia mahir berbahasa Belanda dan terobsesi memberontak ide-ide feodalisme. Dia kerap berkirim surat pada sahabat penanya, yakni seorang feminis radikal dan anggota Partai Buruh Sosial-Demokrat Belanda, Estella H. Zeehandelaar
Kepada sahabat penanya itu, Kartini rutin membahas ketimpangan kolonialisme yang menindas gender, bicara soal kelas, dan lain-lain
Kartini adalah perempuan radikal berideologi liberal.
Hal ini membuat saya teringat kutipan tulisan Gie, “Wanita akan selalu dibawah laki-laki kalau yang diurusi hanya baju dan kecantikan”
Tidak salah kan saya mengutip kata-kata Gie di hari Kartini ?

Namun menurut beberapa dari kami ritual Kartini-an adalah hal yang tidak nyambung dengan apa yang diperjuangkan oleh Kartini sebenarnya, seperti parade pakaian adat, lomba tari, lomba masak
Pilihan paling bijak adalah pakaian adat, fikiran ku langsung mengarah pada sekolah-sekolah yang tidak pernah absen mengadakan pentas pakaian adat, yaitu Taman Kanak-Kanak.


Jadi pada Gelar Karya Semangat Kartini, pameris ingin menunjukan kalau semangat Kartini bisa diciptakan sejak dini dengan cara dan konsep yang pas.
Semangat untuk kalian para wanita Indonesia !.

Selamat Hari Kartini


Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnupra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Media

Follow us on Twitter
@ibnuuprasetyo

Follow us on Instagram
@ibnupra