Baru Kusadar, Kuberjalan Sendiri

Dimalam gelap yang tak sepi itu
Aku pulang penuh semangat
Namun semangat itu diuji oleh sesuatu
Ya.. motor kesayanganku ban belakangnya tertusuk paku
Tusukan yang takan pernah diinginginkan oleh pengendara manapun

Kudorong motorku ketempat yang gelapnya tak ada habisnya
Hampir ciut nyaliku kala itu
Dengan nafas yang terengah kubuka smartphoneku tuk minta tolong dengan teman dekat
Ah smartphoneku batrenya habis.. sial
Untung Kubawa powerbank jadi kutunggu smartphone itu hidup sambil dorong motor yang agak tua itu
Saat hidup dan dichat namun tak ada respon samasekali.. pahit..
Mulai teman rumah yang dari kecil bareng - bareng, sampai teman kuliah tak ada yang balas chat lineku
Banyak pasang mata yang melihatku dikomplek gelap itu
Tatapan yang bermacam-macam
Tatapan kasihan, tatapan penuh curiga, tatapan yang seperti menggambarkan kesenangan, atau munkin sampai ada yang memberi tatapan nanar

Kesalku terpecahkan oleh sebuah pendapat yang tiba-tiba hadir dikepala pusing ini
Kalau orang peduli hanya saat kita ada didekat orang itu, tetapi saat jauh berbeda perlakuan
Bukannya mereka tak perduli hanya saja mungkin bingung mau menolong seperti apa atau memang benar-benar tak perduli.. haha
Namun ku tak mau mengira-ngira seperti apa pemikiran mereka
Biar kuanggap sebagai pengalaman dan instropeksi

Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnupra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Media

Follow us on Twitter
@ibnuuprasetyo

Follow us on Instagram
@ibnupra