Demokrasi Kampus Ku

Demokrasi dan semangat berorganisasi di kampus ku cukup baik, tak jarang mereka berekspresi dengan mendatangi gedung jajaran petinggi kampus menurutku itu cara yang paling tepat untuk menyampaikan keresahan dan pendapat mereka untuk para petinggi kampus. Ada juga Unit Kegiatan Mahasiswa Teater yang melakoni peran tentang mahasiswa yang diculik dan ditembak saat tragedi di tahun 1998, mereka mengadakan pertunjukan saat demo UKM di acara penerimaan mahasiswa baru. Mereka berteriak lantang "Mahasiswa! mahasiswa!", "Hidup mahasiswa!!" Dilanjut menyanyikan mars mahasiswa dengan penuh khidmat nya.

Namun ada yang membuat pemikiranku resah, entah itu apa saya menyebutnya seperti semangat demokrasi semu. bukannya saya anti aksi - aksi turun kejalan, demo, dan penyampaian ekspresi lainnya, hanya saja ini cuma sepereti pembelaan golongan atau kelompok saja. Karna dalam acara penerimaan mahasiswa baru ini terdapat beberapa intansi mahasiswa yang ditegur dan disinggung oleh petinggi - petinggi kampus termasuk oleh rektor. Saya tidak apatis, saya juga pernah ikut kuliah dijalan depan Istana Merdeka pada tanggal 20 mei 2014 lalu. 
Jadi kenapa saat instansi mereka ditekan saja mereka baru gencar melakukan aksi ? Saya ambil satu point saja yang terdapat dituntutan mereka, yaitu penghapusan budaya militer. Padahal itu sudah ada sejak sekitar 6 bulan lalu, kenapa tidak melakukan aksi seperti yang yang hari ini dilakukan, kenapa kemarin - kemarin hanya sekedar melakukan pertemuan dan akhirnya tidak digubris oleh petinggi kampus. 

Jadi menurut saya, baik sedang ditekan atau hanya sekedar tidak terima dengan perlakuan petinggi kampus, lakukan lah penyampaian pendapat dengan tegas hingga mendapat apa yang diingin kan, keninginan bersama tentunya.


Muhammad Ibnu Prasetyo
@ibnupra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Media

Follow us on Twitter
@ibnuuprasetyo

Follow us on Instagram
@ibnupra