Alarm berbunyi bagai nyanyian rusak yang serak
Kulihat jam dinding
Jamrum pendeknya pun menunjukan pukul 04.30
Kubasuh wajahku dengan air yang sedikit segar
Lalu aku sedikit rapih-rapih untuk bergegas
Kubuka pintu rumahku yang terbuat dari kayu lapuk
Kuberjalan kearah jalan yang terbaik menurutku
Suara panggilan Yang Maha Kuasa untuk ibadah berderu seru
Aku melihat keatas, ya tepat, aku memandangi langit yang gelap tertutup dengan banyak gumpalan awan hitam yang tebal
Bintang pun tak nampak saat itu
Entah kemana perginya bintang-bintang itu, ah mungkin mereka sedang bersiap-siap untuk pergi karna gelap mau diselimuti cahaya terang
Aku mulai membuka kran air yang berjejer cukup banyak, aku memilih kran yang berada di deretan ketiga..
Setelah itu aku keluar dari baitullah
Hujan yang berjatuhan sedikit membasahi baju dan kainku
Air-air yang jatuh dari langit itu menyejukkan jiwaku selalu panas dengan "gemerlap-gemerlapnya duniawi"
Jalan menuju rumah cukup gelap
Seakan-akan ada yang ingin menikamku dengan benda keras dari belakang
Langkahku makin cepat
Dan sampailah diriku pada istanaku
Kembali aku buka pintu kayu itu dengan perlahan seraya mengucap salam
Hah pagi yang indah, dalam hati aku berkata "Ya Allah berikanlah nikmat sehat untukku dan keluargaku agar bisa selalu menyembahmu dan menjalakan kewajiban kami. Dan tolong berikanlah pagi yang lebih nikmat lagi dari sebelum-sebelumnya, aamiin ya rabbal alamin"
"Ibnuprasetyo"
@ibnuuprasetyo
New
Nikmat pagi, nikmat Allah
Nikmat pagi, nikmat Allah
Reviewed by muhammad ibnu prasetyo
on
10.27.00
Rating: 5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar